Jumat, 17 April 2009

JELAJAH di Jambore Taruna Siaga Bencana Depsos

Desember 2008, Taruna Siaga Bencana Departemen Sosial menggelar besar, yaitu acara Jambore Taruna Siaga Bencana tingkat nasional yang berlokasi di Bumi Perkemahan Cibubur. Jambore ini diikuti oleh sedikitnya 2500 peserta anggota TAGANA perwakilan dari tiap daerah se-Indonesia. Banyak hal menarik yang terjadi selama kegiatan ini. Mulai dari yang menegangkan sampai dengan yang menggelikan.

Kalau ingat – ingat Jambore Siaga Bencana 2008 kemarin, rasanya banyak banget yang bikin pengen ketawa. Beda banget kalo dibandingin dengan Jambore Siaga Bencana 2004, waktu itu ane bener – bener ngalamin pressure yang gila – gilaan. Sampe jatuh pingsan pas hari H, padahal Jambore TAGANA 2004 pesertanya cuma 300 orang

Lanjut cerita, kami para Fasilitator kegiatan dari Tim Tembus, sudah berada dilokasi dua hari sebelum kegiatan, malah ada fasilitator yang berada dilokasi dua minggu sebelum kegiatan!!. Tepat sehari sebelum acara pembukaan kegiatan, kami mendapat kabar kalau kontingen dari Jawa Timur sebanyak 300 peserta, sudah berada dijalan, dan akan memasuki lokasi kegiatan kira – kira jam 02.00 WIB pagi. Mengikuti instruksi, tim fasilitator langsung membagi tugas untuk acara penyambutan kontingen. Ane sendiri milih ikut shift penjemputan pertama, jam 02.00 WIB pagi, bareng ma Mas Ahmad, Bang Bima, dan Mas Agi, karena sebagian besar teman fasilitator gak mau ikut shift Tim I, apalagi Dedi Bewok!!, saking ogahnya, dia malah ikut Tim II, karena selain jam penjemputannya tengah malam, jumlah pesertanya juga luar biasa banyak!!, pasti merepotkan!. Malam itu terpaksa ane dan anggota Tim I tidur agak sore agar bisa bangun tengah malam nanti. Jam 24.15 WIB, kami mendapat berita kalau bus kontingen dari JawaTimur ternyata mogok di Semarang, kemungkinan baru masuk kelokasi jam 06.30 WIB. Wuihh!akhirnya Tim I bisa tidur sampai pagi.

Pukul 05.00 WIB, kami sudah bangun dan bersiap untuk acara penyambutan kontingen dari Jawa Timur. Sebelum penjemputan, kami latihan yel – yel dan salam TAGANA. Setelah dirasa cukup berlatih, ane dan anggota Tim I berangkat ke Pos penyambutan kontingen yang terbagi menjadi tiga pos. Pos pertama untuk Registrasi, Pos dua untuk latihan yel dan salam TAGANA, dan Pos Tiga untuk Pengujian yel dan salam TAGANA. Saya sendiri ada di Pos Tiga.

Hari itu, sampai jam 10.00 WIB siang, kontingen dari Jawa Timur belum juga masuk kelokasi kegiatan. Kira – kira jam 10. 30 WIB, malah kontingen dari Nusa Tenggara Barat yang lebih dulu masuk kelokasi kegiatan. Jumlahnya hanya 25 peserta!. Jadi deh hari itu Tim I bisa menikmati waktu dengan santai,karena selain jumlah peserta yang datang cuma 25 orang, saat Pengujian pun langsung ditangani oleh Komandan Tim Tembus. Dan lucunya lagi, kontingen dari Jawa Timur baru masuk kelokasi kegiatan kira – kira jam 13.30 WIB, tepat setelah kami tukar shift dengan Tim II. Rasain lu, Ded!!hahahaha…

.Ada lagi cerita keren lainnya, pasti temen – temen TAGANA yang ikut Jambore TAGANA 2009 masih inget waktu Pak Andi Hanindito, panglima Besar TAGANA berkata didepan podium, “ Jambore TAGANA akan ditutup oleh RI – 1 di Monas, nanti teman – teman akan berangkat ke Monas bersama – sama, karena panas, kalau bisa usahakan memakai kaca mata hitam!”.

Salah satu Fasilitator, Bang Mansur ternyata cukup jeli melihat peluang bisnis ketika mendengar ucapan Pak Andi tadi. Dia langsung menghubungi Mas Alfred, salah satu Fasilitator yang punya optic di Depok. Saking menurutnya pasukan TAGANA dengan ucapan Panglimanya, Tahu gak?!, dua hari jualan kaca mata, Mas Alfred dapat omzet diatas 5 juta!!!. Kebayangkan, betapa setianya pasukan TAGANA ma Panglimanya!!hehehehe!

Lain lagi cerita yang ane alamin pas penutupan Jambore TAGANA di Monas, sambil mengawasi teman – teman TAGANA yang akan beraksi di depan RI-1, ane kongkow ma salah satu anggota Kontingen TAGANA dari Papua. Ane lupa namanya. Ngobrol ngalor ngidul, akhirnya ane nanya, apakah beliau asli Papua?. Dengan PEDEnya dia jawab, ‘ Wah, iya saya ini Putra asli Papua, Ka!”. Dengan mimic muka tidak percaya, saya tanya lagi ke beliau, “ Masa sih, Pak!, saya kira Bapak masih keturunan Chinesse loh?!’. Tanpa disangka, dengan muka seriusnya dia jawab, ‘ Oh tidak, Kakak!, saya ini putra asli Papua..putra asli Sentani!!’. Saya langsung nyengir kuda mendengar jawabannya. Beberapa detik kemudian dia tersadar dan menambahkan ucapannya tadi sambil tertawa lepas, ‘ masa keturunan Chinesse ada yang hitam legam seperti saya sih, Kakak?!hahaha!’.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar